
Berlokasi di Jl. Raya Pacung 32A Baturiti - Bali.
BaliCamp didirikan pada tahun 1998 dan merupakan anak perusahaan dari Sigma Group. Dengan menggabungkan budaya tradisional Bali dan teknologi terkini, Balicamp menjadi salah satu pengembang Software terbesar di dunia. Selama satu dekade lebih, Balicamp telah menguasai pasar IT Asia bahkan telah mempunyai lebih dari 15 klien dari Eropa, Amerika Utara, dan Australia.
Main Bulding BaliCamp
Bangunan BaliCamp bergaya campuran Bali-Eropa dan dilengkapi dengan panggung terbuka untuk menampilkan pertunjukan tarian Bali di waktu-waktu tertentu. Modul atau cottage yang tersedia pun bentuk dan fasilitasnya sama dengan cottage-cottage yang ada di Bali. Kolam renang menjadi salah satu fasilitas disini ditambah dengan udara sejuk dan pemandangan Gunung Agung.

Kolam renang, salah satu fasilitas BaliCamp
BaliCamp menyediakan layanan solusi software, termasuk implementasi, integrasi, QA, migrasi dan pelayanan manajemen project.
Kualitas, pemasaran dan skala prioritas adalah kunci utama yang bisa lebih mengembangkan pertumbuhan pengembangan produk software.
BaliCamp tidak hanya menawarkan SDM yang berkompeten di bidangnya, namun juga tekonologi yang selalu up to date, seperti internet dengan bandwidth yang langsung terhubung dengan Hawaii.
Integrasi yang kuat antara klien internasional, sistem analis, web designer, programmer yang bisa bekerja fleksibel 24 jam.

Area kerja dengan view pemandangan indah
Namun, pengembangan proyek ini sempat tersendat akibat tragedi Bom Bali I dan II pada awal tahun 2000-an. Arus proyek dari luar berhenti, bahkan BaliCamp pernah tidak menerima proyek dari luar satupun, kebanyakan proyek dari klien lokal yang tersisa, ada perusahaan asuransi, banking, dan lainnya.
Pada 2004, kantor BaliCamp pun sementara dipindahkan ke Jakarta karena Bali dianggap belum kondusif ketika itu.
Namun pada tahun 2008 Sigma merelokasi Bali Camp kembali ke tempat asalnya. "Pertimbangan besarnya adalah pengembangan software di Jakarta dinilai kurang efisien. Pertimbangan lain, kami melihat opportunity proyek dari luar mulai berdatangan lagi," kata Head of Marketing & Communication, Abi S Panambang saat itu.
Sigma telah merenovasi fisik gedung, mengimplementasi teknologi nirkabel yang tadinya kabel, menyiapkan tele-conference supaya hubungan dengan kantor Sigma Jakarta lebih mudah, dan menginstal Vsat untuk koneksi internet. Investasi ulang ini menghabiskan sekira Rp7 milyar.
Kantor Sigma di Jakarta akan menangani penuh proyek-proyek dari lokal, dan Bali Camp menangani proyek asing atau dari luar. Kini Sigma telah mengembangkan sayap dengan membuka Bandung Camp.








No comments:
Post a Comment