
- Salah satu peserta di ajang ROBO-CUP Singapore 2010 kategori robot humanoid karya Aldebaran Robotika dengan 20 lengan robot mekanik menari mengikuti alunan musik Bolero, karya komposer Perancis Maurice Ravel. Ya, rombongan robot yang bernama Nao sempat dipamerkan di Shanghai World Expo, China sebelum tampil di ROBO-CUP 2010. Robot dengan berat sekitar 9,5 pound dan tinggi sekitar 23 inch ini dilengkapi dengan x86 AMD Geocode 500 Mhz CPU, memori flash 2 GB, dua speaker, konektivitas WiFi dan Ethernet Port.
Satu robot yang dibanderol harga 10.000 euro ini memiliki 25 gerakan tambahan. Yang berarti dapat melakukan lebih dari sekedar memiringkan kepala, tengok kanan-kiri dan melangkah untuk menunjukkan kemampuan menari.
- Peserta lain di ajang ROBO-CUP Singapore 2010 adalah tim dari University of British Columbia, Kanada (kategori Robot Soccer).
Robot pesepak bola ini memiliki bentuk silinder. Mereka bermain dalam sebuah tim yang terdiri dari lima robot dan digerakkan oleh sebuah komputer pusat yang mengatur taktik dan strategi permainan.
Ketika permainan dimulai, komputer akan membuat semua keputusan dalam menjalankan permainan. Komputer bertindak layaknya pelatih yang memberikan arahan dan berteriak memberi semangat dari pinggir lapangan.
Sementara itu anggota tim lainnya Alim Jiwa menyebutkan, robot tersebut membuat keputusan berdasarkan ribuan perhitungan yang berlangsung secara cepat.285.jpg)
- Robot bersepatu roda yang mampu berjalan di permukaan yang tak rata ini keluaran Hitachi. Selain itu, robot ini juga mampu melaksanakan perintah dan bisa bekerja sebagai pemandu wisata atau petugas keamanan.
Dijuluki EMIEW2, robot humanoid ini memiliki peredam kejut pegas yang kompleks di kakinya. Alat itu memungkinkan robot bergerak melintasi gundukan kecil dan kabel di lantai tanpa tersandung.
Robot ini dapat mengontrol posisi seperti manusia ketika menstabilkan diri setelah melompot pada jalur sepatu roda.
Dengan tinggi 80 cm dan berat 14 kg, robot ini memiliki 14 mikrophone yang dipasang pada helm dan dapat mendengar suara manusia walau suasana sekitar sedang berisik.
Dilengkapi dengan roda di kedua kakinya, robot ini pun mampu meluncur dengan kecepatan maksimum enam km per jam atau setara dengan kecepatan orang dewasa berjalan kaki.
Robot berwarna merah dan putih ini dapat digunakan sebagai resepsionis dan pemandu bagi para pengunjung. Selain itu, ia bisa digunakan untuk keamanan seperti patroli dan menemukan persembunyian orang di titik mati CCTV. Robot EMIEW adalah bentuk baru dari pengawasan keamanan.
Nama EMIEW diambil perusahaan dari singkatan Excellent Mobility and Interactive Existence as Workmate atau mobilitas yang sangat baik dan interaktif sebagai rekan kerja.
- Profesor Minoru Asada dari Universitas Osaka berhasil menciptakan robot anak. Robot yang sengaja diciptakan untuk mempelajari perkembangan kognitif anak itu dibekali kecerdasan buatan dan bisa digunakan sebagai bahan penelitian untuk melihat pertumbuhan dan interaksi seorang anak.
Meski ukurannya dikatakan nampak seperti karakter film boneka jahat Chucky, namun kedua robot ini sebenarnya lucu. Tingkah laku Noby yang berbobot 17 kilogram disesuaikan layaknya bayi berumur sembilan bulan. Sementara robot bocah lainnya yang bernama Kindy dengan bobot 60 kilogram perilakunya diprogram seperti anak usia lima tahun.
Noby yang dilengkapi 600 sensor di seluruh tubuhnya sedangkan Kindy memiliki 42 motor penggerak dan lebih dari 100 sensor di dalam tubuhnya. Keduanya bisa mengenali pembicaraan, mimik wajah orang dan bahkan bisa merangkak atau bergandengan tangan dengan seseorang. Noby dan Kindy pun memiliki kulit sintetis, dua telinga mikrophone dan dua kamera di mata mereka untuk memahami keadaan sekitar.
- Sekelompok penggemar lego membuat catur raksasa dengan menggunakan lego. Uniknya, seluruh bidak catur lego tersebut dirangkai seperti robot sehingga bisa bergerak.
Untuk merampungkan karya unik tersebut perlu waktu satu tahun dan tenaga dari empat orang untuk merampungkan karya unik tersebut. Diperlukan 100.000 lego dan tempat seluas 156 meter persegi untuk menghelat aksi robot catur lego tersebut.
Tim yang dipimpin oleh master LEGO Steve Hassenplug ini menggunakan LEGO MINDSTORMS NXT untuk mengontrol robot biduk catur mereka. Ini termasuk sistem canggih yang memungkinkan seseorang membangun robot lego. Layaknya permainan catur biasanya, robot yang tengah dipamerkan di Brickworld, Chicago ini dikendalikan oleh dua orang yang terhubung dengan remote kontrol.
- Forth Valley Royal Hospital menjadi rumah sakit pertama di Inggris yang mempekerjakan sekelompok robot. Sebelumnya, robot sudah lebih dulu hadir di Jepang dan Amerika Serikat, untuk meringankan tugas-tugas di rumah sakit yang dbagi jadi 2 kelompok.
Yang pertama, robot yang melaksanakan pekerjaan 'kotor' seperti mengangkut sampah klinis dan membersihkan linen kotor. Sementara yang kedua, robot yang melakukan pekerjaan 'bersih' seperti mengantarkan makanan dan obat-obatan kepada pasien.
Juru bicara Forth Valley Royal Hospital, Elspeth Campbell menyebutkan, armada robot yang menelan dana hingga 300 juta poundsterling ini sangat membantu stafnya.
- Siapa yang tak kenal dengan olahraga bela diri Taekwondo? Taekwondo adalah olah raga nasional negara Korea yang merupakan gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olah raga, olah tubuh, hiburan dan filsafat. Tapi bagaimana ya kalau bela diri itu dilakukan oleh dua robot mungil?
Robot Taekwondo ini rencananya akan berlaga di International Robot Contest yang diselenggarakan oleh Knowledge Economy Ministry di provinsi Gyeonggi pada bulan Oktober 2010. Memang takkan ada pertumpahan darah, namun tarung robot yang mampu mendeteksi gerakan lawan dengan sensor ini menjanjikan hiburan yang tak kalah ciamik.
Sama seperti pertandingan bela diri sesungguhnya, robot ini pun nantinya diadu selama tiga ronde dalam tiga menit dan dinilai oleh tiga juri. "Salah satu tujuan utama dari kontes ini adalah untuk mempromosikan bela diri Taekwondo dengan menampilkan gerakan robot berteknologi tinggi," ujar juru bicara kementerian setempat.
"Memang robot ini tak sesempurna petarung sesungguhnya. Tapi dengan seiringnya waktu, kami akan terus memperbaikinya," tutur peneliti asal Korea AdvancedInstitute of Science and Technology.
- Seorang pencipta robot asal negeri Sakura mengkreasikan iPad dan iPhone menjadi robot lucu bermata lebar dan memiliki kaki.
Memang, robot iPad dan iPhone berkaki yang dirakit oleh seorang bernama Terasaki ini sejatinya tidak terlalu istimewa. Kemungkinan lantaran robot tersebut dibuat dari dua gadget yang tengah populer, banyak orang yang tertarik untuk mengetahuinya.
Meski memiliki kaki, namun robot tersebut tidak benar-benar bisa berjalan. Sebagai gantinya, robot ini hanya bisa bergoyang ke kiri dan kanan.
Justru disinilah daya tarik robot iPad dan iPhone tersebut. Layar iPad dan iPhone yang menjadi wajah robot menampilkan mata yang bulat besar. Sehingga saat bergoyang, robot yang nampak seperti 'kakak beradik' ini terlihat lucu dengan bola mata bergerak ke kiri kanan mengikuti gerakan.
- Seorang peneliti bernama Maurizio Porfiri yang tengah mengembangkan robot perenang yang bisa menarik perhatian para ikan, bahkan untuk memimpin gerombolan ikan.
Porfiri adalah seorang profesor di Polytechnic Institute New York University. Tujuan proyeknya adalah menciptakan robot yang dapat membantu ikan menghindaridaerah berbahaya seperti turbin pembangkit listrik.
Robot ikan prototipe ini memang lebih mirip dengan sebuah granat tangan ketimbang sebuah robot pada umumnya. Selain memimpin kawanan ikan, robot ini diklaim mampu memantau pencemaran atau ganggang di danau walau gaya berenangnya tidak sestabil robot perenang lainnya.
Lalu bagaimana ikan bisa mengikutinya? Rupanya Porfiri menemukan cara bagaimana ikan membedakan mana pemimpinnya atau bukan. Mereka membedakannya dari kecepatan kibasan ekor dan lingkaran yang dihasilkan kibasan itu. Profiri sendiri menerapkan perilaku robot ikan ini berdasarkan prinsip dinamika fluida.
Robot yang terbuat dari polimer ion ini bertindak seperti otot-otot buatan yang diberi tegangan. Pendekatan biomimetik memungkinkan robot berenang secara alami.
Walau prototipe ini masih didukung oleh baterai, Porfiri kini tengah memutar otak untuk menggantikannya dengan gelombang elektromagnetik.285.jpg)
- Pengembang robot asal Spanyol, Fransisco Paz menciptakan sebuah robot mini yang lucu dan menggemaskan. Robot yang diberi nama Qbot ini pun digadang-gadang bisa berperan sebagai robot rumahan yang bisa dibeli banyak orang.
Qbot memang tercipta tanpa memiliki lengan dan kaki. Walau robot ini terlihat tak bisa berbuat apa-apa, tapi Qbot dirancang dengan beberapa fitur menarik. Salah satunya adalah dirancang untuk menjadi robot interaktif.
Pengembangan Qbot didasarkan pada perangkat lunak open source dan hardware untuk upgrade DIY (Do It Yourself). Dengan tinggi 18 inch dan berat 19-24 pon, Qbot sengaja dirancang untuk konsumen berkantung pas-pasan agar bisa dinikmati banyak orang.
Dilengkapi tiga roda, robot ini diklaim mampu menghindari berbagai rintangan. Ditambah empat sensor infra merah, ultrasonik, dan mata ber-webcam untuk visi stereoscopic dan mendeteksi wajah. Tak lupa, tiga mikrofon untuk mengenali suara serta LED untuk memberikan ekspresi wajah dan speaker untuk memungkinkan sintesis ucapan.
Paz dalam blognya menceritakan bahwa butuh waktu selama 5 tahun untuk merancang Qbot. Proyek ini terinspirasi oleh keinginan untuk menciptakan sebuah robot rumahan layaknya kucing dan anjing peliharaan.285.jpg)
- Para ilmuwan telah menciptakan robot mikroskopis dari molekul DNA yang dapat berjalan, berbalik dan bahkan menciptakan produk-produk kecil mereka sendiri di jalur perakitan skala nano.
Perangkat revolusioner yang dijelaskan dalam jurnal Nature ini di masa depan diharapkan bisa memimpin pasukan robot ahli bedah yang membersihkan arteri manusia atau membangun komponen komputer di dalamnya.
Salah satu pendukung proyek ini dari New York Columbia University ini bahkan telah mengembangkan robot laba-laba berukuran 4 nanometer atau sekitar 100.000 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia.
Robot laba-laba ini diharapkan dapat berjalan sepanjang lintasan DNA. Dengan menggunakan alur yang sesuai dengan urutan, robot dapat dibuat untuk berjalan, berbelok ke kiri atau kanan sesuai alur untaian DNA.
Tubuh robot ini terdiri dari protein yang biasa disebut streptavidin. Melekat padanya kaki tiga 'enzimatik DNA' untai tunggal yang mengikat dan kaki keempatnya adalah untaian yang membawa laba-laba ke titik awal.
"Setelah robot dilepaskan dari pemicu, maka ia akan mengikat kemudian memotong untaian DNA," ujar Milan Stojanovic selaku ketua tim proyek. Setelah untaian dipotong, kaki robot mulai meraih jalur dan mencocokan DNA. dengan ini, robot dipandu ke jalur yang ditetapkan oleh peneliti.
Untuk melihat robot ini bergerak, para peneliti menggunakan mikroskop kekuatan atom. Robot ini bisa mencatat tanda-tanda penyakit pada permukaan sel, menentukan sel itu adalah kanker, menghancurkan sel kanker bahkan robot itu bisa memberikan senyawa untuk membunuhnya.
Rupanya 'DNA berjalan' ini sudah dikembangkan sejak dulu, namun mereka tak pernah mencapai prestasi seperti saat ini. "Robot itu bisa berjalan hingga 100 nanometer atau sekitar 50 langkah," ungkap Profesor Yan asal Arizona State University.
"Ini pertama kalinya sistem mesin nano digunakan untuk melakukan operasi. Sebuah kemajuan penting dalam evolusi teknologi DNA," kata Lloyd Smith dari University of Wisconsin, Madison. Hampir 6 miliar poundsterling diinvestasikan dalam penelitian dan pengembangan produk nano di seluruh dunia.
- Ilmuwan asal Kanada berhasil merakit dua buah robot dari ponsel. Robot ini sangat unik, lucu dan menggemaskan. Sebab, tak hanya pintar menari, robot dari ponsel ini bahkan juga bisa tertawa dan menangis.
Cally dan Callo, demikian nama kedua robot tersebut. Cally memiliki tinggi badan tujuh inci, dia bisa berjalan, menari dan meniru perilaku manusia.
Saudara kembarnya, Callo, berbadan sedikit lebih tinggi yaitu sembilan inci. Wajahnya yang merupakan layar ponsel, bisa menampilkan ekspresi wajah sesuai dengan emosi dalam pesan pendek yang diterimanya.
Misalnya, ketika dia menerima pesan berisi emoticon tersenyum, Callo akan langsung berdiri dengan satu kaki, melambaikan tangannya dan tersenyum.
Adalah Ji-Dong Yim, seorang mahasiswa jenius di Simon Fraser University, Vancouver, Kanada, yang merakit Cally dan Callo. Dia menyebutkan, pada dasarnya Cally dan Callo merupakan sistem Avatar sederhana, yang bisa saling berkomunikasi satu sama lain.
"Saat salah satu robot digerakkan, 'saudaranya' akan melakukan gerakan yang sama, begitu juga sebaliknya," kata Yim.
Cally dan Callo yang dirakit dari ponsel Nokia N82 ini, masih punya keistimewaan lainnya. Keduanya dapat mendeteksi wajah manusia menggunakan software OpenCV. Cally bahkan dapat menebak ekspresi wajah si penelepon saat menerima panggilan.
"Konsep yang sama dapat digunakan untuk membuat robot lainnya dapat berkomunikasi dengan manusia dan membangun keintiman dengan mereka," tandas Yim.
- Perusahaan teknologi asal Skotlandia, Touch Bionics, mengembangkan tangan bionik canggih yang diprogram menggunakan teknologi wireless dan bisa berdenyut.
Tangan bionik bernama i-Limb Pulse ini diklaim menawarkan fleksibilitas tak terbatas kepada para penggunanya. i-Limb Pulse menggunakan teknologi 'pulsing' atau denyutan agar tangan bionik dapat mencengkeram sempurna suatu objek, seperti ketika mengikat tali sepatu atau menggunakan ikat pinggang.
Tak hanya itu, pengguna juga bisa memprogram tangan buatan tersebut melalui koneksi Bluetooth, menggunakan software khusus. Seorang petugas pemadam kebakaran bernama Ian Reid asal Thurso, Caithness, Skotlandia, menjadi yang pertama merasakan teknologi tangan bionik wireless tersebut. Reid yang kehilangan tangan kanannya karena kecelakaan bus tujuh tahun silam, merasa terbantu menggunakan i-Limb.
"Efek berdenyut pada tangan ini meningkatkan kekuatan dan daya cengkeram sehingga memberikan fungsi tangan yang lebih baik seperti yang saya inginkan," kata Reid.
Sebenarnya, i-Limb sudah diluncurkan sejak 2007, dan diklaim sebagai tangan bionik komersial pertama di dunia. Sebanyak 1.200 pasien dar seluruh dunia telah menggunakan teknologi angan bionik ini.
Kini, i-Limb dikembangkan lebih canggih. Selain tambahan teknologi wireless, tangan buatan berkerangka alumunim ini bisa mengangkat beban hingga 90 kilogram.
i-Limb Pulse dijadwalkan akan diperkenalkan ke publik di ajang pameran tenologi di Leipzig, Jerman pekan depan. Penciptanya berharap, i-Limb bisa membantu lebih banyak pasien yang kehilangan fungsi tangan mereka.
[diambil dari detikInet dan sumber lain]








No comments:
Post a Comment