Dua minggu lalu, seorang sahabat saya menjalani operasi kista, ada tiga kista yang bersarang di tubuhnya, yang satu gedhe 7 cm, yang dua separuhnya. Sebelum dioperasi dia harus menjalani rawat inap 3 hari untuk menghilangkan infeksinya terlebih dahulu. Ada dua hal yang harus dipahami untuk memahami penyakit ini. Pertama, memahami indung telur, dan kedua kista.
Indung telur dimiliki tiap wanita, jumlahnya ada 2 di sebalah kanan dan kiri. Besarnya, sebesar biji kenari. Indung telur berisi ribuan telur yang masih muda. Tiap bulan telur muda itu kemudian membesar dan matang. Saat pembuahan (ovulasi), telur yang matang ini keluar melaui saluran telur menuju ke rahim.
Apabila sel telur yang matang ini tidak dibuahi, telur yang muda tadi akan mengecil dan menghilang dalam waktu 2-3 minggu dan akan terus berulang sesuai siklus haid seorang wanita. Jika terdapat gangguan proses siklus tersebut maka akan terjadi apa yang dinamakan kista. Jadi, kista bukan semacam kanker.
Materialnya berupa cairan atau setengah cair. Kista ini akan menyebabkan kesakitan jika terpuntir, atau pecah. Jika tidak terpuntir atau pecah, kista ini tidak menimbulkan gejala apapun. Namun bila pecah, penderita biasanya akan mengalami sakit pada perut saat haid.
Kista pada umumnya tidak akan menjadi ganas, namun tetap harus diwaspadai kemungkinannya berubah jadi ganas.
Menurut Dr. dr. T. Z.Jacoeb, SpOG-KFER, kista dapat dibedakan berdasarkan isinya:
1. Kista serosum
Kista ini berisi cairan bening yang bentuk dan warnanya seperti air perasan kunyit. Bila bersarang di indung telur maka kista ini mudah pecah. Jenis kista ini sering berubah menjadi penyakit ganas (disebut kanker) indung telur atau kanker ovarium. Proses pembesaran kista serosum sangat dipengaruhi siklus haid karena saat haid terjadilah penambahan jumlah cairan dalam indung telur.
Hormon estrogen yang meningkat saat kehamilan juga memicu pembesaran kista. "Umumnya kista berbentuk seperti buah yang bertangkai. Bila kehamilan makin besar, maka rahim yang membesar karena pertumbuhan janin akan mendesak kista itu. Akibatnya, bisa saja tangkai kista terpuntir. Keadaan ini disebut torsi yang merupakan kasus darurat karena penderita akan mengalami sakit yang sangat. Untuk mencegah terjadinya torsi, begitu ditemukan pada kehamilan triwulan awal, kista harus segera diangkat.
Namun, pendeteksian kista serosum mesti akurat. Secara sepintas bentuknya mirip badan kuning (korpus luteum), yaitu sisa sarang sel telur yang memang ada saat kehamilan. "Jadi, bila dari pemantauan USG (ultrasonografi) terlihat kantong besar di indung telur, tidak bisa langsung diputuskan bahwa itu kista. Bisa saja ternyata korpus luteum yang memang dibutuhkan pada saat kehamilan muda. Kalau korpus luteum yang disangka kista ini diambil malah bisa terjadi keguguran."
Amannya, menurut Jacoeb, tunda tindakan pengangkatan hingga kehamilan berusia 14 minggu. Saat itu korpus luteum sudah menghilang. "Bila dengan pemeriksaan USG terlihat kantong itu masih ada, maka bisa dipastikan kista. Kalau sudah begitu berarti harus segera diangkat."
2. Kista musinosum
Kista ini berisi cairan berupa lendir kental yang lengket. Bentuknya menyerupai ingus tapi sifat pelekatannya mirip kanji. Sama seperti serosum, kista musinosum pun akan membesar akibat adanya kehamilan. Oleh sebab itu, saat kista musinosum terdeteksi harus segera diangkat.
Penanganan kista musinosum pun mesti dilakukan dengan seksama agar tidak pecah. Bila pecah, maka cairan lem kanji akan membuat lengket organ-organ di dalam rongga perut. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa membuat usus saling menempel, dan kista semakin sulit diambil.
3. Kista dermoid
Bentuk cairan kista ini seperti mentega. Kandungannya tak hanya berupa cairan tapi juga ada partikel lain seperti rambut, gigi, tulang atau sisa-sisa kulit. Teorinya, dermoid timbul dari sisa-sisa sel embrio yang terpental ke organ genital sewaktu yang bersangkutan masih dalam kandungan. Jadi kista ini merupakan bawaan sejak lahir dan bisa dialami pria atau wanita.
Seperti halnya kista musinosum, penanganan kista dermoid memerlukan kehati-hatian karena bila "meletus" selain cairannya membuat lengket, isi cairan di dalamnya, seperti rambut, gigi atau tulang, bisa masuk ke perut sehingga menimbulkan sakit luar biasa.
4. Kista endometriosis
Kista ini berasal dari sel-sel selaput perut yang disebut peritoneum. Penyebabnya bisa karena infeksi kandungan menahun, misalnya keputihan yang tidak ditangani sehingga kuman-kumannya masuk ke dalam selaput perut melalui saluran indung telur. Infeksi tersebut melemahkan daya-tahan selaput perut, sehingga mudah terserang penyakit.
Gejala kista ini sangat khas karena berkaitan dengan haid. Seperti diketahui, saat haid, tidak semua darah akan tumpah dari rongga rahim ke liang vagina, tapi ada yang memercik ke rongga perut. Kondisi ini merangsang sel-sel rusak yang ada di selaput perut mengidap penyakit baru yang dikenal dengan endometriosis.
Karena sifat penyusupannya yang perlahan, endometriosis sering disebut kanker jinak. Ia tumbuh di seluruh lapangan perut dan pelan-pelan menyebar ke hampir semua organ tubuh misalnya usus, paru, hati, mata, otak, kulit, otot rahim, tetapi tempat bersarang yang paling sering adalah indung telur. Bentuk indung telur yang terkena endometriosis akan mengembang dan bertambah besar saat haid datang.
Bagaimana kista harus ditangani tentunya bergantung pada kasus yang terjadi. Kista fisologis yang memang tumbuh saat hamil seperti korpus luteum tentu akan dibiarkan saja. Namun, semua kista patologis harus segera dibuang dengan tindakan operasi.
Menurut, Ketua Yayasan Endometriosis Indonesia ini, operasi pengangkatan kista saat hamil tidak akan mengganggu janin. "Orang awam memang sering keliru membedakan antara rahim dan indung telur. Padahal ini jelas berbeda. Rahim merupakan tempat tinggal janin sedangkan indung telur tempat bersarangnya kista. Berarti janin dan kista memiliki 'rumah' yang berbeda. Tidak perlu khawatir keguguran."
"Tindakan operasi pengangkatan kista," imbuh Jacoeb, "malah akan menyelamatkan janin karena bisa menghindari terjadinya komplikasi selama hamil." Penanganan kista umumnya memang harus dengan operasi demi kebaikan ibu dan janin.
Lalu bagaimana cara mencegahnya? Menurut Jacoeb, ada kista yang bisa dicegah ada pula yang tidak. Kista yang berasal dari sisa-sisa sel embrio jelas tidak dapat dicegah karena sudah ada sejak lahir. Namun, timbulnya jenis kista lain sebenarnya dapat dicegah termasuk pada orang yang memiliki bakat kista. Cara pencegahannya tak lain dengan menjalani pola hidup sehat, seperti pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur. Kedengarannya klise, tapi memang itu yang dapat dilakukan.
Berikut ada hal-hal yang perlu kita lakukan:
- Hindari pemakaian celana dalam ketat dan yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat.
- Setelah BAK dan BAB, selain dibersihkan dengan air, keringkan dulu dengan tissue dari arah depan ke belakang.
- Ganti CD minimal 2x sehari, hindari CD yang lembab.
- Ganti pembalut paling tidak 4 x sehari.
- Retur CD tiap 4 bulan sekali dan ganti yang baru.
- Daripada menggunakan cairan pembersih area kewanitaan, lebih baik gunakan rebusan daun sirih untuk membersihkannya.
- Hindari makanan yang memproduksi lendir seperti: kol, mentimun, nanas, dsb.
- Hindari makanan instant, makanan kaleng, dan minuman instant [fresh is better].
- Hindari leher ayam dan chicken wings.
Berikut ada sebuah cerita:
Seorang wanita baru saja ketahuan memiliki kista dalam rahimnya, sehingga dia langsung menjalani operasi.Kista yang diambil berisi darah yangberwarna hitam pekat. Dia pikir dia akan sembuh setelah menjalani operasi, tetapi ternyata tidak. Hanya beberapa bulan setelah operasi ternyata tumbuh kista lagi. Dia kemudian menemui ginekolog untuk berkonsultasi.
Saat konsultasi, dokternya menanyakan apakah wanita ini sering makan chicken wings. Dan dia jawab ya, dia jadi tahu kebiasaan makannya. Seperti yang Anda saksikan, pada jaman modern ini ayam disuntik dengan steroid agar cepat besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar. Kebutuhan ini tak lain adalah kebutuhan akan makanan.Biasanya suntikan ini dilakukan pada bagian leher atau sayap.Oleh karena ini pada dua tempat inilah terdapat konsentrasi steroid yang paling tinggi. Steroid inilah yang memberikan pengaruh pada tubuh sehingga cepat pertumbuhannya.
Well, semoga bermanfaat....
[dari berbagai sumber]






No comments:
Post a Comment