Ayah ibu, ....
anakmu ini sedang melilit sebab merasa rindu padamu tak tertahankan.
Kepada ayah dan ibu, pada sentuhan kasih sayangmu.
Ingin kulabrak tembok tinggi agar hatiku boleh menggeletak pada pelukan hangatmu.
Ayah ibu,....
Knapa rinduku kian mendalam, tak tertahan, berharap terlampiaskan?
Ayah ibu,....
Pernah nggak dulu kepikiran bakal punya anak perempuan seperti aku?
Pernah nggak dulu membayangkan bahwa suatu hari kelak dia akn jatuh cinta dan merasa sangat disayang?
Pernah nggak dulu punya mimpi bahwa akan tiba suatu saat gadismu disunting seorang pangeran?
pangeran pujaan impian?
Ayah ibu,......
Kita pernah cerita nan jenaka
Kita pernah ngutak-atik lagu lama
Kita pernah adu jawab, tanya sama
Wah,....
Saat petang begini,
Kita pernah menikmati roti goreng buatan ayah
Saat ayah dan ibu tertidur,
Matamu mengatakan sesuatu
Sesuatu tentang anak perempuanmu ini
Pertanyaanmu belum sempat terjawab
Ketika malam berganti pagi,
lihat pun ayah dan ibu tak sempat
Nuansa kebersamaan kita ternyata terlalu cepat
Hingga puing kesendirian itu
Kadang membuatku menyesal
Kenapa ayah dan ibu begitu cepat pergi?
("kangen ku pada ayah dan ibu")
entah dah berapa lama, diriku tak bisa menghitung lagi,
aku hanya ingat belum genap 7 tahun usiaku waktu itu....
dan aku hanya bisa menangis menahan rindu teramat sangat pada ayah dan ibu






No comments:
Post a Comment